> FAQs Tech: MikroTik
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label MikroTik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MikroTik. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Juli 2020

VPN PPTP pada MikroTik dengan Android

VPN PPTP pada MikroTik dengan Android


Hampir 2 bulan saya tidak menulis artikel dikarenakan banyak kesibukan duniawi yang membuat saya menjadi seperti vacum, oleh karena itu saya mencoba menyisipkan waktu untuk membuat artikel pada blog ini xD.

VPN (Virtual Private Network) merupakan cara untuk mengakses jaringan local dengan jarak dekat ataupun jauh. Banyak vendor yang sudah mendukung Fitur VPN, salah satunya MikroTik. MikroTik membuat 4 Fitur VPN yaitu PPTP, L2TP, SSTP, dan OpenVPN. dan pada artikel kali ini saya akan memanfaat PPTP Server MikroTik dengan menggunakan Android sebagai client.

Minggu, 12 April 2020

Custom DDNS Mikrotik dengan Domain Sendiri

Custom DDNS Mikrotik dengan Domain Sendiri


MikroTik menyediakan layanan DNS gratis pada Fitur IP Cloud mereka, tetapi DNS tersebut digenerate berdasarkan Serial Number pada RouterBoard, yang menjadi [SN].mynetname.net. hal ini akan menjadi susah untuk di ingat ketika ingin mengakses MikroTik kita.

Namun pada artikel kali ini kita akan memanfaatkan DDNS pada provider penyedia domain, untuk mengredirect DDNS MikroTik ke Subdomain kita.

Minggu, 05 April 2020

Tips IP Cloud MikroTik bagi User IndiHome

Tips IP Cloud MikroTik bagi User IndiHome



Apakah kalian pernah mendengarkan kata IP Cloud? atau sudah pernah menggunakan sebelumnya? IP Cloud merupakan fitur pada MikroTik memberi yang DDNS secara gratis, dan pada artikel kali ini, mimin akan membahas tentang penggunaan IP Cloud MikroTik dengan provider IndiHome.

Pada dasarnya ketika kita tidak menggunakan ip cloud, maka ip publik indihome tersebut akan tersyncron pada router, dengan kata lain ketika kita mengakses ip publik kita sendiri secara otomatis akan masuk pada halaman login router atau bisa dibilang juga ip publik diambil ahli oleh router adminnya. Lalu bagaimana caranya agar RouterBoard dapat mengambil ahli ip publik tersebut?

Rabu, 04 Maret 2020

Migrasi dengan RADIUS pada MikroTik

Migrasi dengan RADIUS pada MikroTik



RADIUS merupakan protokol jaringan untuk management AAA (Authentication, Authorization, dan Accounting) secara terpusat. Kepanjangan dari RADIUS ialah Remote Authentication Dial In User Service.

RADIUS sendiri juga terdapat di MikoTik sebagai RADIUS Server dengan nama User Manager. User Manager membantu kita dalam me-manajemen client yang terkoneksi ke Hotspot Server nantinya.

Tutorial Setting RADIUS Server pada MikroTik



Diatas merupakan contoh Topologi yang akan kita gunakan


Sebelumnya harus sudah meng-install package User Manager pada RouterBoard kalian,
Check pada System -> Packages, jika belum silahkan Download pada website resmi MikroTik

Jangan salah salah ketika download Package, pastikan sudah sesuai dengan type RB yang kalian punya


Jika package sudah terinstall, masuk pada IP -> Hotspot pada Tab Server Profiles, pilih profile hotspot yang digunakan kemudian pada Tab RADIUS, centang Use RADIUS


Lalu masuk ke RADIUS tambahkan RADIUS sesuai dengan konfigurasi dibawah, untuk Address kita gunakan IP Localhost 127.0.0.1 dan isikan Secret yang merupakan password Authentication pada User Manager nantinya


Kemudian masuk ke userman Mikrotik pada browser iprouter/userman Login dengan user admin dengan password dikosongkan
192.168.x.x/userman


Setelah itu pada pada Tab Routers, pilih Add -> New


Isi nama untuk identitas Terserah, pada bagian IP Address dan Secret sesuaikan dengan RADIUS Server sebelumnya.


Kemudian pada tab Profiles -> Limitation pilih Add -> New dan tambahkan Limitation untuk client. contoh diatas kita memberi Kuota sebanyak 750MB dengan durasi Uptime selama 1 Minggu.
User Manager menggunakan Time Constants

w - week = (7 hari / 1 minggu)
d - day = (24 jam)
h - hour = (60 menit)
m - minute = (60 detik)
s - second

Contoh:
2w2d - 16 hari = (2 minggu dan 2 hari).
30d - 30 hari = 4w2d
3h = 3 jam


Kemudian, pada bagian Profiles klik Logo (+)
Pada Name of User isi terserah, contoh: 1G+1d. Lalu klik Add new limitation dan pilih Limits yang kita buat sebelumnya.


Setelah itu, kita buat user hospot dengan cara masuk pada Tab User pilih Add -> One
masukkan username dan password hotspot, pada Assign profile pilih profile yang kita buat tadi.


Sekarang kita test login pada Hotspot MikroTik.


Jika berhasil login, tandanya berhasil.


Sekian artikel dari saya, semoga bermanfaat. Peace xD

Kamis, 05 Desember 2019

Routing Static di MikroTik

Routing Static di MikroTik


Routing Statis merupakan salah satu langkah untuk menghubungkan beberapa network pada router, cara ini dilakukan secara manual dan membutuhkan ketelitian. Jika tidak, sedikit saja kesalahan maka hubungan antar koneksi akan terkendala. Routing static biasa membutuhkan konerja router yang sedikit dibanding Routing Dinamis, dimana routing dinamis mencari informasi disekitarnya dan membuat tabel routing pada router.

Dan pada kali ini kita akan meng-implementasikan Routing Statis pada MikroTik, simak tutorial dibawah

Selasa, 06 Agustus 2019

Queue Tree sederhana dengan HTB

Queue Tree sederhana dengan HTB


Queue memrupakan fitur yang terdapat pada mikrotik untuk memberikan batas atau limit pada client, dan pada artikel ini saya akan membagikan cara Queue Tree, apa itu Queue Tree? Queue Tree sama seperti Simple Queue pada umumnya tapi kita membuat manajemen bandwidth lebih teratur dan komplex lagi, ini sangat cocok untuk kalian yang mempunyai banyak client.

Disini saya menggunakan metode HTB ( Hierarchical Token Bucket) yang dimana ketika membuat Queue menjadi tertata rapi atau terstrukrur dan juga membuat kelompok lebih meningkat lagi.

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notifikasi
#Stay_Safe yaa :)
Done